
WORKS
Pengukuran
Pengukuran disusun sebagai model asumsi dalam perancangan hasil. Konten ini tidak menunjukkan pelanggan nyata ataupun hasil penerapan.
1 dari 1: Pengukuran
Perancangan Hasil
Pengukuran
Pengukuran disusun sebagai model asumsi dalam perancangan hasil. Konten ini tidak menunjukkan pelanggan nyata ataupun hasil penerapan.
Situasi yang diasumsikan
Dalam pengukuran, situasi yang ingin diperiksa oleh pengguna dan pihak bisnis diasumsikan, lalu premisnya ditetapkan secara konkret. Keterkaitannya dengan perancangan hasil dipertahankan sehingga alasan di balik keputusan dapat diperiksa.
Alur pengalaman
Dalam pengukuran, pengalaman dari masukan hingga respons dirangkai dalam skala kecil untuk memeriksa kemudahan dipahami dan kemampuan pengoperasiannya. Keterkaitannya dengan perancangan hasil dipertahankan sehingga alasan di balik keputusan dapat diperiksa.
Pendekatan terhadap mekanisme
Dalam pengukuran, ekspresi, data, model, dan titik pemeriksaan manusia dipisahkan agar komponennya dapat diganti. Keterkaitannya dengan perancangan hasil dipertahankan sehingga alasan di balik keputusan dapat diperiksa.
Aspek evaluasi
Dalam pengukuran, tidak hanya akurasi, tetapi juga hak, keamanan, aksesibilitas, dan beban operasional dievaluasi sesuai penggunaan. Keterkaitannya dengan perancangan hasil dipertahankan sehingga alasan di balik keputusan dapat diperiksa.
Kedudukan sebagai contoh model
Pengukuran adalah contoh asumsi untuk pertimbangan dan tidak menunjukkan pelanggan nyata, rekam penerapan, penjualan, ataupun nilai hasil.