
SERVICES
Desain Inklusif
Ringkasan ini menguraikan desain inklusif, hubungannya dengan aksesibilitas dan pelokalan, hal-hal yang perlu dipertimbangkan, dan ketentuan yang perlu dikonfirmasi.
1 dari 1: Desain Inklusif
Aksesibilitas dan Pelokalan
Desain Inklusif
Ringkasan ini menguraikan desain inklusif, hubungannya dengan aksesibilitas dan pelokalan, hal-hal yang perlu dipertimbangkan, dan ketentuan yang perlu dikonfirmasi.
Masalah yang perlu dikaji
Dalam desain inklusif, solusi tidak ditetapkan terlebih dahulu; masalah pada pengguna, proses bisnis, dan ekspresi disusun lebih dulu. Keterkaitannya dengan aksesibilitas dan pelokalan dipertahankan sehingga alasan di balik keputusan dapat diperiksa.
Situasi penggunaan
Dalam desain inklusif, pengguna, pengambil keputusan, dan operator dibedakan, lalu informasi dan tindakan yang diperlukan untuk masing-masing ditetapkan. Keterkaitannya dengan aksesibilitas dan pelokalan dipertahankan sehingga alasan di balik keputusan dapat diperiksa.
Pendekatan terhadap hasil kerja
Dalam desain inklusif, persyaratan, prototipe, hasil produksi, dan dokumentasi operasi dipadukan sesuai tujuan. Keterkaitannya dengan aksesibilitas dan pelokalan dipertahankan sehingga alasan di balik keputusan dapat diperiksa.
Cara pelaksanaan
Dalam desain inklusif, pendekatan dasarnya adalah menguji dalam skala kecil dan melanjutkan hasil tinjauan ke keputusan berikutnya secara bertahap. Keterkaitannya dengan aksesibilitas dan pelokalan dipertahankan sehingga alasan di balik keputusan dapat diperiksa.
Mutu dan hak
Dalam desain inklusif, manusia memeriksa sumber, hak, akurasi, keamanan, dan aksesibilitas berdasarkan kriteria untuk setiap penggunaan. Keterkaitannya dengan aksesibilitas dan pelokalan dipertahankan sehingga alasan di balik keputusan dapat diperiksa.